Monday, March 29, 2010

Istikharah Cinta

Judul Buku     : Istikharah Cinta – Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal
Penulis        : M. Shodiq Mustika, dkk
Penerbit     : Qultum Media
(buku milik Vielma Debby)


“Cari Jodoh, Buat Apa Istikharah” oleh Lita Mariana & M. Shodiq Mustika

-    Dalam bertanya tentang takdir, sesungguhnya kita tidak perlu banyak berdebat dan bersanggahan. Ini tidak akan membantu kita memahami, kecuali menyadari adanya dua ekstrim pemahaman. Pertama, takdir bagi manusia telah tetap, apapun yang dialami. Pemahaman kedua adalah bahwa manusia diberi kehendak, manusia dikaruniai kebebasab memilih, memilah, dan menjalani pilihannya.

-    Just do it. Terlalu banyak memikirkan dan merisaukan apakah yag kita pilih termasuk takdir atau dapat benar-benar kita pilih tidaklah sama dengan benar-benar mengerjakannya.
-    Dalam mengarungi kehidupannya, ada satu hal yang selalu dimiliki manusia : Pilihan. Akal adalah urusan kita. Kita berusaha dan dapat menguasainya, kecuali ketika kita kehilangan kesadaran. Hati adalah separuh urusan kita, separuh urusan Tuhan. Kita hanya dapat membantah apa yang kita rasakan. Jasmani adalah separuh urusan kita, separuh urusan Tuhan.

-    Rasul saw. telah memberi informasi bagi kita bagaimana umumnya memilih pasangan hidup. Pemilihan kita terutama mempertimbangkan empat factor : 1. Agama (akhlak)  2. Keturunan   3. kecantkan   4.Kekayaan

-    Hal-hal berikut merupakan perkara Agama yang perlu kita pertimbangkan dalam memilih jodoh :  Apakah si dia sungguh-sungguh berkeyakinan bahwa “nasib” manusia telah tetap dan tidak ada apapun yang mampu mengubahnya? ; Apakah si dia menerima keberadaan pacaran islami sebelum menikah? ; Apakah si dia itu hemat atau kikir dalam membelanjakan hartanya? ; Apakah si dia senantiasa jujur, menepati janji, dapat dipercaya? ; Apakah si dia cenderung adil dan berani membela kebenaran? ; Apakah dia rajin, ilmu apa yang diminati dan seberapa jauh die menerapkan ilmunya kepada orang lain? ; Apakah si dia suka bertindak dengan perhitungan matang? ; Apakah si dia mendukung gerakan pelestarian lingkungan hidup dan sjauh mana?.

-    Untuk apa istikharah ? Beberapa alas an : 1. menetapkan hati  2. mencari ketenangan  3. mengambil jarak dari masalah

-    Kita dikaruniai akal budi. Dahulukan ikhtiar sebelum istikharah. Jangan sia-siakan pemberianNya dengan alas an mendekatkan diri dengan Tuhan dan ingin selalu melibatkan kehadiranNya dalam segala aspek kehidupan. Jangan manja, dengan menyandarkan segala sesuatu padanya bersenjatakan istikharah.

-    Konon, pada kondisi terlemahlah manusia lebih mudah menemukan Tuhan-nya. Ketika tak ada manusia lain yang dapat diandalkan, ketika diri sendiri tak lagi dipercaya untuk menyelesaikan suatu masalah.

-    Kita tidak hidup dalam dunia dengan masalah yang bersifat linier, datang satu per satu bergantian penuh pengertian. Seringkali kita mendapatkan banyak hal yang harus dipertimbangkan sekaligus.

“ Matematika Jodoh dan Istikharah”  oleh M. Shodiq Mustika & Donny Reza

-    Anda perlu berhubungan dengan para lawan jenis secara acak dan kemudian mencoba meningkatkan keakraban hubungan. Jangan menunggu mereka mendekati Anda. Hubungi mereka secara acak. Pokoknya Anda harus mengendalikan keteracakan dunia luar untuk keuntungan Anda dengan memperluas wilayah pilihan yang muncul di hadapan Anda.

-    “ Anda hanya dapat meningkatkan kemungkinan memenuhi Prediksi Anda jika membuka diri terhadap sejumlah kejadian acak (pertemuan dan pengalaman) yang makin bertambah.” (David Freemantle, How to choose, Hlm. 85)

-    Jika Anda membatasi diri dan menolak keteracakan, maka terdapat peningkatan kemungkinan kegagalan. (david Freemantle, How to choose, Hlm. 85-86)

-    Ketika kelas A kosong , padahal sudah saatnya diisi, naikkan satu orang penghuni kelas B ke kelas diatasnya ini. Jika kursi di kelas B belum terisi penuh (bahkan walau jatah di kelas A telah terisi, lengkapilah dengan cara menaikkan warga keas di bawahnya. Apabila quota kelas C belum terpenuhi, isilah dengan penghuni kelas D. Andai warga kelas D disitu kau pandang kurang mencukupi, tambahilah dari luar kelas. Bisa cari sendiri, bisa minta tolong orang lain. Kemudian sortirlah warga-warga baru (dan lama) itu untuk dapat naik setingkat demi setingkat (Aisha Chuang, Nikmatnya Asmara Islami [Surakarta : Bunda Yurida, 2004], Hlm. 130)

-    Sepertiga malam terakhir itu bukan hanya merupakan waktu yang istimewa untuk memohon, melainkan juga untuk pengambilan keputusan.

-    “Sebagaimana sinyal parasit berkurang bila atmosfir bumi membelakangi matahari dan penerimaan gelombang menjadi sangat mudah, otak manusia juga menjadi lebih sensitive dan paling kuat terutama pada akhir malam. Inilah yang terjadi pada penerimaan ilham dan penyampaian doa. (Ahmed Hulusi, An Up-to-date understanding of islam (Istanbul : Kitsan, 1997), 90-91)

“Siapa Jodoh Saya” oleh M. Shodiq Mustova

-    An-Nawawi mengatakan, “Disunnahkan utntuk bermusyawarah sebelum melakukan istikharah dengan orang yang dikenal (1) suka memberi nasehat  (2) penyayang  (3) berpengalaman sedangkan (4) agama dan ilmunya dapat dipercaya (Al Mausu’ah al-Kuwaitiyyah, 3/243)

-    Sumber mimpi kita ada tiga macam : (1)Dari Allah  (2)Dari setan  (3)Dari pikiran atau perasaan orang yang bermimpi itu sendiri waktu terjaga. Maka senjata rahasia kita adalah : bermusyawarah, beristikharah, bertawakkal.

1 comment:

Dian Heryani said...

Posting yg bagus..... :)